Wednesday, January 22, 2014

Surat dari Tanah Karo

Tulisan ini saya copas dari OkeJoss yang ditunjukkan oleh istriku yang kebetulan lebih update jadi ingin nge-share sekalian mencoba hobi ngeblognya istri. Tulisan yang awalnya ada di http://politik.kompasiana.com/2014/01/19/instagram-untuk-ani-yudhoyono-dari-vita-sinaga-hutagalung-korban-sinabung-628903.html, saat ini sudah tidak bisa diakses lagi karena postingan tersebut sudah dihapus oleh pihak Kompasiana. Salinan copy tulisan ini tidak bertujuan untuk propaganda atau lain-lain, bagi anda yang ingin membaca, silahkan membaca surat terbuka Vita Sinaga untuk Ibu Ani Yudhoyono yang memang sedikit ketus di sosial media berikut ini.

Instagram untuk Ani Yudhoyono dari Vita Sinaga-Hutagalung Korban Sinabung

Yth. Ibu Ani Yudhoyono, nama sahaya Vita Sinaga-Hutagalung, satu dari puluhan ribu korban letusan Gunung Sinabung yang letaknya di Sumatera, bukan di Jogjakarta atau Magelang. Sahaya ingin sekali menuliskan dan melukiskan Sinabung lewat jepreten tustel seperti Ibu Ani lewat telegram, eh, Instagram. Atau melukiskan keindahan derita Sinabung dengan mengabadikan jepretan kamera dan menampilkan di Instagram. Namun, apa daya. Kami para pengungsi tak memiliki apa-apa lagi.

Ibu Ani yang cantik jelita bulat mukanya, surat ini sahaya tuliskan menjelang kedatangan Bapak Susilo Bambang Yudhonono – suami dan presiden Ibu Ani ke Tanah Karo. Sahaya dengar dan yakin Ibu Ani sangat berperan menentukan kebijakan negara Indonesia, sama halnya para koruptor yang selalu disetujui dan didukung oleh para isteri mereka. Sahaya dengar dari wartawan yang selalu datang ke mari selama enam bulan ini, bahwa Ibu Ani aktif sekali di dunia maya ya Ibu Ani. Kata para wartawan Ibu Ani hobby sekali main Instagram, Twitter dan Facebook.
Ibu Ani yang cantik bulat menarik hati, katanya Ibu bahkan senang sekali mengabadikan apapun. Bahkan bisa juga Ibu Ani ribet mengurus Instagram dan main tustel. Itu adalah aktivitas sangat positif sebagai Ibu Negara. Aktivitas Ibu Ani bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Di situlah kedekatan rakyat sampah jelata dengan para pejabat dan istri pejabat tinggi yang menjulang ke langit ketujuh dapat terjembatani.

Ibu Ani, dengan aktivitas Ibu Ani di Istagram, maka kami sebagai korban Gunung Berapi Sinabung telah tertolong. Dengan melihat kebahagiaan Ibu Ani, Anissa Pohan – yang menjuluki Ibu Ani sebagai mertua terbaik di dunia dan akhirat, cucu-cucu yang cantik dan gagah menarik, Ibas yang berenang dengan baju mau menyelam padahal di kolam renang dangkal, lalu ke pantai dengan memakai batik resmi, itu pertunjukan yang mampu memberikan kebahagiaan buat kami.

Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami.

Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna. Dari muka Ibu kami tahu Ibu adalah orang paling baik di Bumi, Langit dan Surga nanti. Untuk itu, kami sebagai warga negara merasa puas dan senang berbagi melihat kebahagiaan keluarga Ibu Ani. Sementara di pengungsian ini, kami selama enam bulan, merasakan kurang makan, kurang tidur, kurang nyaman dan kurang kebahagiaan – namun sekali lagi, melihat kebahagiaan keluarga Presiden RI, kami sudah kenyang dan berbahagia. Sudah selayaknya sahaya dan rakyat melayani pejabat dan orang besar serta penguasa. Maka, biarkanlah kami di Tanah Karo dan Sinabung menikmati pengorbanan sebagai hamba kepada penguasa.

Ibu Ani yang terhormat, bolehlah sahaya pesankan kepada Ibu agar memberi tahu Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono, suami Ibu yang besar badannya itu, untuk (1) jangan menetapkan bencana Sinabung sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala nasional, (2) jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari kehidupan – itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki kekuatan sendiri, (3) biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya, (4) jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani, Annisa Pohan – anak koruptor bernama Aulia Pohan – dan juga cucu-cucu dan anak-anak tercinta, karena foto-foto Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa selain air mata.

Ibu Ani yang terhormat, demikian surat Instagram kami. Karena kami tak tahu Istagram itu apa maka mohon maaf yang sahaya tahu adalah telegram di kampung kami dulu. Sahaya pikir dengan menulis Instagram ini, yakni istagram tanpa foto karena tak memiliki tustel, maka pesan yang sahaya sampaikan rasanya sampai. Kami warga korban gunung berapi hanya membutuhkan gambar-gambar yang indah hasil jepretan Ibu Ani di Instagram. Kami di pengungisan sudah puas dan bahagia meskipun kami sakit, kurang makan, kurang pakain, tak memiliki tempat bekerja karena pertanian kami hancur, anak-anak mahasiswa kami sebanyak 25,000 terancam tak bisa bayar uang kuliah dan makan, namun itu semua tak penting. Yang penting kami menonton foto-foto Instagram Ibu Ani sekeluarga yang berbahagia. Itulah rentetan nestapa duka derita sengsara kami selama enam bulan letusan Gunung Sinabung paling dalam yang Ibu tak pernah pikirkan – sama dengan suamimu dan para menteri yang sibuk nyaleg lagi.

Salam bahagia ala saya Ibu Ani Yudhoyono yang cantik jelita bulat sempurna.

Sunday, January 12, 2014

Pantai Kartini Jepara

 PANTAI KARTINI JEPARA


Selain dikenal sebagai kota ukir, Jepara juga terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah Pantai Kartini. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadikan Pantai Kartini sebagai primadona wisata kota Jepara. Setiap musim liburan, pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Disana selain kita dapat menikmati indahnya pantai Kartini kita dapat juga menikmati indahnya lautan dengan naik perahu atau kapal motor. Cukup merogoh kocek Rp 13.000,- saja, kita sudah dapat naik perahu menuju Pulau Panjang yang merupakan pulau terdekat dari pantai ini. Sedangkan untuk menuju ke Pulau Karimunjawa disediakan kapal cepat yang tiketnya bisa di beli di loket Dermaga Kartini. 
Disekitar Pantai Kartini kita dapat menikmati berbagai fasilitas dan hiburan untuk anak anak seperti kereta kelinci, mobil dan sepeda motor dengan ACCU, dan juga berbagai macam souvenir khas kota Jepara. 
Di dalam pantai Kartini ada sebuah bangunan yang berbentuk KURA KURA raksasa. Di dalamnya bisa kita jumpai beraneka spesies laut. Meski tak selengkap di Seaworld Indonesia, tempat ini tetap menarik sebagai tempat yang wajib dikunjungi bila singgah di kota kelahiran ibu Kartini ini. Seaworld-nya Jepara ini dikenal dengan nama Kura-Kura Ocean Park. 
Berjalan-jalan di jembatan pinggiran pantai, berfoto, sambil menikmati angin laut juga menjadi kegiatan menarik di tempat ini. 
Tidak perlu khawatir bila lapar melanda, karena kita dapat menikmati sedapnya ikan bakar atau segarnya pindang serani khas Jepara yang banyak dijual disekitar lokasi pantai Kartini. 
Selamat mengunjungi Jepara...!

Tulisan ini juga bisa di baca di http://da-supermon.blogspot.com/2012/12/pantai-kartini-jepara.html